Setu, Kabupaten Bekasi — Duta Investigasi
Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pengawal Masyarakat Indonesia (LSM GPMI) memasuki babak baru dalam perjalanan organisasinya. Pergantian kepemimpinan di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menjadi momentum untuk melakukan pembenahan struktural sekaligus mengembalikan marwah organisasi sebagai lembaga yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Vicky Setiawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum LSM GPMI periode 2025, kini menempati posisi sebagai Dewan Pendiri Utama. Estafet kepemimpinan selanjutnya dipercayakan kepada Dedi Kurniawan sebagai Ketua Umum LSM GPMI periode 2026–2031.
Hal tersebut disampaikan Vicky Setiawan saat ditemui dan diwawancarai di Saung Ujang, sebuah rumah makan di wilayah Setu, Kabupaten Bekasi.

Dalam kesempatan tersebut, Vicky secara terbuka mengungkapkan alasan dirinya memilih untuk tidak lagi aktif dalam kepengurusan harian organisasi.
“Saya sudah sangat tidak ingin berorganisasi karena ada sebuah kekecewaan terhadap seseorang yang sudah saya anggap lebih dari orang tua. Saya merasa pada akhirnya hanya menjadi alat politik LSM GPMI karena adanya rasa hutang budi,” ujar Vicky.
Menurut Vicky, perubahan kepengurusan harus menjadi titik awal untuk melepaskan berbagai kepentingan pribadi maupun kelompok yang selama ini berpotensi menyeret organisasi keluar dari tujuan awalnya.
Ia berharap dengan terbentuknya struktur baru di tingkat DPP, LSM GPMI dapat benar-benar kembali menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen.
“Dengan lepasnya orang-orang tersebut, saya berharap perubahan struktural di Dewan Pimpinan Pusat yang baru bisa menjadikan LSM GPMI sebagai organisasi yang benar-benar berbicara tentang persoalan sosial masyarakat. Jangan sampai organisasi hanya menjadi alat untuk kepentingan tertentu,” tegasnya.
Dedi Kurniawan Dipercaya Konsolidasi Daerah
Vicky juga menyampaikan kepercayaannya kepada Dedi Kurniawan untuk melakukan konsolidasi dan kunjungan ke sejumlah Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota yang masih aktif.
Menurutnya, konsolidasi tersebut penting untuk menyatukan kembali visi dan misi organisasi serta memastikan seluruh jajaran memahami arah baru LSM GPMI.
“Saya mempercayakan kepada Ketua Umum Dedi Kurniawan untuk melakukan kunjungan ke seluruh kabupaten dan kota yang masih aktif. Kita harus membangun kembali organisasi ini dari bawah,” katanya.
Vicky berharap LSM GPMI ke depan meninggalkan gaya-gaya lama yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, termasuk hubungan yang terlalu dekat dengan pihak-pihak tertentu.
“LSM GPMI harus meninggalkan gaya-gaya kemarin. Jangan lagi organisasi terlalu terbawa dalam pertemanan dengan pengusaha maupun oknum-oknum tertentu, termasuk oknum kepolisian, yang pada akhirnya dapat mengganggu independensi organisasi,” ujarnya.
Anggap GPMI Terlahir Kembali
Lebih jauh, Vicky menyebut perubahan kepemimpinan ini harus dimaknai sebagai momentum untuk membangun kembali LSM GPMI dari awal.
Ia bahkan mengibaratkan organisasi tersebut seolah-olah baru berdiri hari ini, sehingga seluruh jajaran memiliki kesempatan untuk memperbaiki berbagai kekurangan masa lalu.
“Dalam waktu dekat, insyaallah kalau ada rezeki, kita akan mengadakan Rakernas yang pertama. Anggap saja LSM GPMI baru terbentuk hari ini. Kita mulai semuanya dari awal dengan semangat dan komitmen yang baru,” ungkapnya.
Menurut Vicky, Rakernas nantinya diharapkan menjadi forum penting untuk merumuskan arah organisasi, memperkuat struktur kepengurusan, serta menyusun program kerja yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat.
Bermitra dengan Pemerintah, Tetap Kritis Membela Rakyat
Sebagai organisasi kemasyarakatan, Vicky menegaskan LSM GPMI tetap harus membangun hubungan kemitraan yang baik dengan pemerintah dan aparatur negara.
Namun, kemitraan tersebut tidak boleh membuat organisasi kehilangan sikap kritis maupun independensinya.
“Bermitra dengan pemerintah dan aparatur negara itu penting. Tetapi LSM GPMI jangan sampai ikut terbawa pada hal-hal yang justru merugikan rakyat. Kalau ada kebijakan atau persoalan yang merugikan masyarakat, kita harus berani menyampaikan kritik,” tegasnya.
Ia berharap kepemimpinan baru di bawah Dedi Kurniawan mampu membawa LSM GPMI menjadi organisasi yang lebih profesional, independen, transparan, serta konsisten menjalankan fungsi sosial dan kontrol terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Harapan saya sederhana, LSM GPMI harus kembali kepada masyarakat. Jangan menjadi alat siapa pun. Organisasi ini harus berdiri dengan kaki sendiri, bermitra dengan pemerintah, tetapi tetap berpihak kepada rakyat,” pungkas Vicky Setiawan.
Dengan perubahan kepemimpinan dan restrukturisasi DPP tersebut, LSM GPMI diharapkan mampu membuka lembaran baru dan membangun kembali kepercayaan publik melalui kerja nyata, konsolidasi organisasi, serta keberanian menyuarakan kepentingan masyarakat. (Red)














