Program 81 Mesin Olah Runtah (MOTAH) terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan sebagai solusi inovatif dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memberdayakan masyarakat. Program yang digagas untuk mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomis ini mendapat dukungan penuh dari sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Bekasi.
Pengusaha muda Vicky Setiawan, melalui PT Diana Tribuana Sejahtera bersama Nadia Saphira Septiani, menyatakan kesiapannya untuk ikut mengembangkan program MOTAH di wilayah Cibarusah dan Bojongmangu. Dukungan serupa juga datang dari PT Reaisarindo Jaya milik Haji Kucay, yang menilai program ini memiliki manfaat besar bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program MOTAH yang bermitra dengan H. Anda Yusferi, tokoh dan pengusaha Kabupaten Bekasi asal Jatiwangi, hadir sebagai inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi yang mampu mengubah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai guna seperti paving block dan berbagai material ramah lingkungan lainnya.
Saat ditemui pada 24 Juni 2026, Vicky Setiawan menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat.
“MOTAH bukan hanya program pengelolaan sampah, tetapi juga program pemberdayaan masyarakat. Sampah yang selama ini menjadi masalah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujar Vicky.
Menurutnya, kehadiran 81 unit MOTAH di berbagai wilayah akan menjadi langkah strategis dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus mendorong lahirnya ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Sementara itu, H. Anda Yusferi menyampaikan bahwa kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Kami berharap program ini menjadi gerakan bersama untuk menciptakan Kabupaten Bekasi yang lebih bersih, mandiri, dan produktif. Sampah bukan lagi beban, melainkan sumber manfaat jika dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Melalui sinergi PT Diana Tribuana Sejahtera, PT Reaisarindo Jaya, H. Anda Yusferi, dan berbagai pihak lainnya, program MOTAH diharapkan mampu menjadi percontohan pengelolaan sampah modern yang tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi, pengembangan 81 Unit MOTAH di Cibarusah dan Bojongmangu diharapkan menjadi langkah nyata menuju Kabupaten Bekasi yang bersih, hijau, dan berdaya saing. (Red)